Jakarta Ekspost, Demi memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke 80 tak sebatas Ikatan Pemuda Pelajar Rawang mesti menggelar turnamen sepak bola se Hamparan Rawang dengan mengguna lapangan bola kaki daerah tetangga yakni Desa Sungai Medang, Kecamatan Air Hangat Kabupaten Kerinci.
Namun, Pemerintah Desa Koto Teluk, Kecamatan Hamparan Rawang juga ikut menunjuk kreatifnya menyambut kemerdekaan RI dengan cara menggelar kegiatan kemping wisata di bukit sarang tupai RKE Kecamatan Kumun Debai sambil memikir bagaimana kelangsungan dan kemajuannya negeri
Temu muka menyambut kemerdekaan RI antara sesama petinggi larik dan dusun Desa Koto Teluk Rawang ini berlangsung16 sampai 17 Agustus disponsori langsung oleh Pemerintah Desa dan Karang Taruna Bina Harapan yang mengusung tema dengan wisata bersama menyambut kemerdekaan RI diharapkan tumbuh peikiran dan semangat baru dalam memikir dan memajukan desa Koto Teluk.
Selama dua hari dua malam duduk berapat bersama dengan penuh kesederhanaan di RKE, kemping juga diisi dengan acara sosialisasi bahay penyalah gunaan narkoba dan kenakalan remahja, renungan suci dan kemeriahannya acara perlombaan 17 an dengan acara puncaknya pengibaran Merah Putih diketinggian bukit sarang tupai, RKE.
Ketika acara puncaknya seluruh petinggi desa beserta para ulu balang dikenal bagak ditengah larik dan dusun, termasuk pemuda desa Koto Teluk terlihat penuh kesadaran dan khidmat mengikuti upacara bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di ketinggian dan indahnya panorama bukit sarang tupai, RKE.
Dikatakan oleh Yuhanis Miftah, Kades Koto Teluk kegiatan Desa Koto Teluk menyambut kemerdekaan RI ini mengandung makna kebersamaan dalam berjuang dan membangun negeri khususnya desa Koto Teluk.
“Dengan kebersamaan sambil berwisata ini diharapkan bisa tumbuh inovasi dan kreatifititas baru bersama untuk mengisi kemerdekaan dalam membangun desa Koto Teluk,” terang Kades Yuhanis Miftah.
Lanjutnya lagi, kegiatan ini juga bentuk penegakan prisip sekaligus tindak lanjut dari makna yang terkandung dari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia karena adanya pengakuan secara defakto dan deyure.
“Maksudnya, diketika mengisi kemerdekaan dengan kemajuannya perlu ada perbandingan dan kerjasama dengan negara ataupun daerah luarnya, seperti beberapa kemajuan pertanian dan pembangunan diraih Desa RKE diharapkan mampu menginsfirasi dan ditiru oleh desa Koto Teluk guna bisa meraih kemajuan serupa meski disektor lainnya, kan begitu,” pungkas Kades Yuhanis Miftah sambil memilin ujung kumis tipisnya terlihat mulai tumbuh jarang jarang.
Hal senada juga disanpaikan oleh Dedi Kombuzer salah seorang tokoh muda desa KotoTeluk, ditambahkannya bahwa pemuda Koto Teluk sangat antusias dengan kegiatan kemping bersama ini.
“Dengan bersama dikejauhan dan ketiggiannya bukit sarang tupai RKE kita bisa melihat, merenung dan menyadari makna sesungguhnya kemerdekaan yang bisa kita buat dan tunjuk bagi kemajuan negeri, dan dengan bersama selaku pemuka serta tunggu negeri kita bisa membangun tanah bersudut empat yang incut Desa Koto Teluk,” singkat Dedi Kombuzer.@Yd,Yid,Yi dan Riles.





