Jakarta Ekspost.com, Terkait pemanggilan pejabat oleh BPSDM Kota Sungai Penuh beberapa hari lalu membuat beberapa diantara pejabatnya jadi seperti imau buluh terperanjat karena sungutnya yang mulai rontok oleh kelamaan waktu berkuasa serasa hampir terbakar habis oleh bara api kemeyan dukun serampas.

Lantaran, mungkin kursi empuk yang disandangnya selama ini terasa amat nyaman tampa diusik dalam masa satu tahun pemerintahan Alfin Azhar yang dikenal masih menjunjung tinggi basa basi dan etika ketimuran ditengah pemerintahan, pembangunan dan kehidupan masyarakat yang dikelolanya.

Hingga, secara sepihaknya ada yang nekad bacikarau bagana bagini dengan sfikulasi aduhainya menuding dan menganggap pemanggilan dirinya merupakan tindakan semena mena BPSDM selaku Badan yang memiliki tugas dan wewenang terkait kepegawaian termasuk disiplin kerja ASN.

Bahkan, Wako dan Wawako juga mau dimove dan diseretnya dengan alasan pemanggilan para pejabat dan ASN tersebut syarat muatan politik. Terkesan, ada ketakutannya terhadap ragam isu publik yang menohok dan mendesak agar Alfin Azhar segera merombak kabinetnya yang dinilai fakum tampa produktifitas kerja berarti.

Padahal, pemanggilan para pejabat maupun ASN sudah merupakan tugas pokoknya BPSDM yang bisa dimaklumi seperti memanggil, memeriksa dan memberi peringatan secara lisan maupun tertulis termasuk menerbitkan sanksi terhadap pejabat dan ASN nakal.

Terlebihnya, dimasa masa terakhir ini banyak diantara pejabat tak masuk kerja, apalagi ASN nya dengan alasan mengada yang dibuat buat bahwa masa pemangkasan tak ada yang mau dikerjakan karena tidak ada lagi anggarannya, lantaran juga mungkin selama ini sudah terbiasa melihat ungguk read-kebat angko yang bisa dimanipulasi disetiap masa pencairan, kali.

Tak heran, ragam pula balasan kecaman dilontarkan oleh masyarakat terhadap keluh kesah mengada para pejabat aduhainya, dengan gamblang ditujah langsung secara to the point oleh salah seorang sumber bahwa sudah sewajarnya bila Alfin Azhar berkeinginan menggelar perombakan kabinetnya.

“Sudah satu tahun berjalan ini tak pantas lagi disebut masih diberi kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja masing pejabat, tapi seyogyanya Alfin Azhar telah mengantongi data dan angka peningkatan maupun pengembangan dari produktifitas kerja masingnya untuk segera diambil sikap, terlepas siapapun dan bagaimanapun bentuk perombakan yang digelar,” kata sumber.

Kemudian lagi, lanjutnya berhubung Sekda dan Bappeda sebagai lembaga A1 sedang disibukkan menghadapi retreat se Indonesia. Hingga, wajar bila BPSDM dipercayai menangani langsung soal pegawai.

“Masih mendingan bila dipanggil dan digelar kordinasi terkait bagaimana peningkatan disiplin dan produktifitas kerja ASN, ketimbang nantinya terperangah karena dilengserkan, misalnya,” tegas sumber dengan raut wajah terlihat sedikit memerah karena geram menyaksi tabiat beberapa pejabat mulai berulah.

Disampaikannya lagi, menghadapi masa akhir tahun banyak persoalan kerja yang mesti dituntas bersama terutama terkait finishing read-capaian dari apa yang diprogram dan digelar sebagai targetnya daerah selama tahun 2025, termasuk mendukung suksesnya agenda tahunan daerah seperti jambore PKK dan HUT Kota Sungai Penuh. “Semuanya perlu kerjasama dan saling brrkordinasi demi setiap sukses bisa diraih, bukannya dengan cara membudayakan jurus politik menebar isu tidak tentu pelarah mengulur waktu demi mempertahan jabatan, karena masyarakat sudah pintar menilai sesuatu, apalagi Kepala daerah tetap ingin mendapat point dari sejauh mana peningkatan dari manfaat kerja yang ditunjukan masing pejabat selama setahun pemerintahannya,” pungkasnya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.