Jakarta Ekspost, Patut diakui bahwa keberadaan Aslori yang disebut sebagai Humas PLTA KMH dengan kerja padat dihadapinya dalam hal terkait urusan dengan masyarakat bahwa sopasti dirinya adalah orang penting kepercayaan J Kalla selaku pengusaha besar dan tokoh besar berskala nasional pemiliknya PLTA KMH.
Namun, tugas padat yang disandangnya dan mungkin pengalaman luas dimilikinya hingga bisa dipercayai berdiri tegak di Kerinci tak serta mertanya membuat apa yang dihadapi dan dikerjanya bisa berjalan mulus semua.
Terlebihnya, bila disebut Humas merupakan tugas tak sebatas bisa menjalin komunikasi yang baik dengan siapapun dan soal apapun juga. Tapi juga, perlu ada pengenalan, pendekatan termasuk penyesuaian terhadap sikond dihadapi maupun sedang terjadi terutama ditengah masyarakat.
Menurut pengamatan Tim Akar Amanah Konstitusi dan Asfirasi Rakyat beserta Tim Pasak Peduli Sungai Penuh dan Kerinci, bisa jadi basikambut read-bagetnya perkara antara masyarakat Pulau Pandan dan Pandang jauh dimato dengan pihak PLTA KMH terkait pembangunan bendungan dikawasan telaga birunya Danau Kerinci adalah juga suatu perkara yang berawal dari hal sifatnya non tekhnis yang boleh disebut menjadi bagian dari lalainya pihak PLTA selama ini.
Kenapa sampai hatinya disebut demikian? Karena, meski disatu sisi siapapun mengakui bahwa secara nyata Aslori telah bekerja dan berbuat maksimal secara ulet dan alot dalam memberi pelayanan atas nama PLTA KMH terhadap masyarakat.
Namun, disisi lainnya akibat dari minimnya pengenalan terhadap kondisi dan kultur beda diantara orang, kelompok dan bermasyarakat telah membuat kebaikannya sampai disalah manfaatkan oleh kebanyakan orang.
Bahkan, tak sedkit pula person atau kelompok masyarakat yang jadi katakanlah berkecil hati, karena tuah, skill maupun kedudukannya yang berpengaruh besar terhadap kemajuan dan kebaikan PLTA KMH kerab terabaikan, sementara disaat yang sama pihak PLTA terkesan lebih dekat dan memperhati kelompok yang dianggap bisa membuat senang dan nyaman, misalnya, sesuatu yang bisa juga dimaklumi karena alasan basa basi.
Bias dari kondisi yang berlarut sedemikian rupa, tak hanya berdampak pada belum utuhnya penyentuhan hubungan baik dengan masyarakat walau secara kasat matanya pihak PLTA terutama Aslori secara pribadinya telah berusaha maksimal melakukan terbaik.
Dampaknya tak hanya demikian saja terutama bagi yang merasa beruntung dari setiap kemurahan hatinya PLTA MKH kian tumbuh bersemai dipemikirannya menyangkut setiap ada hal berhubungan dengan pihak PLTA bagaimana caranya kipeng read-uang bisa masuk karena merasa tidak ada yang harus dipama read-hargai maupun diseganinya.
Demikian terkuak dari adanya gejolak kecil yang ditemui dan bisa dirasa sendiri oleh pihak PLTA selama ini, terlebihnya dengan adanya tragedi Segelintir warga Pulau Pandan dan Pandan jauh dimato yang bermimpi disiang bolong dengan judul Dikasih Hati Mau Minta Lagi Jantung, adalah pelajaran yang mesti diambil hikmahnya oleh PLTA termasuk semua Kincai.
Untuk itu, Tim Akar dan Tim Pasak menyarankan selain perlu pengenalan dan pemahaman ril terkait bagaimana sikond sesungguhnya sealam Kincai yakni Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, diminta juga kepada bagian humas PLTA KMH yang dipimpin Aslori bisa mengikut sertakan putera aslinya Kincai yang kenal, paham, lues dan akrab dengan masyarakat dengan kearifan lokalnya yang tau siragi bunga bisa menghidup sibatang layu dan juga bisa salto didalam tanah serta bisa berbisik didalam air demi lancar, suksesnya setiap ada permasalahan berkaitan dengan masyarakat dan orang banyak yang mesti dituntaskan. Amin semoga. Penulisnya, katakan sajalah orang jauh tapi dekat dihati namanya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.



