Jakarta Ekspost, Bila disebut nama Pak Angga juragan Galian C Ujung Ladang, tanah kipidung Sulak bukanlah kata asing bagi setiap pecinta lingkungan, wartawan, LSM dan aparat penegak hukum di Kerinci.
Lantaran, namanya pak Angga termasuk uhang lamo yang selalu tercatat dalam daftar merah terkait usaha galian C beroperasi di Ujung Ladang yang meresahkan masyarakat dan lingkungan.
Selain operasional usahanya diduga tak memenuhi SOP, seperti tawadah sebagai penyaring dan penghambat limbah tanah dari produksi menuju sungai sebagai aliran pembuangannya.
Diduga juga, alat berat yang beroperasi di usahanya menggunakan bahan bakar minyak BBM Solar bersubsidi yang didapatkan secara ilGuna mengelabui incaran setiap orang yang ingin mengotak atik pekerjaannya, dirinya tak hanya mengguna jurus pelilap alias ilmu menghilang seperti tak berada ditempat, atau sedang berada diluar Kota ketika ada yang ingin bertemu dengannya.
Tapi ia juga dikenal mahir mengguna jurus putri malu dengan bagana dan bagini berusaha meyakinkan orang bahwa usahanya sedang tak jalan karena alatlah yang rusak dan banyak lagi alasan lain yang disampaikannya.
Didalam sekretariatnya terbuat dari gubuk bambu juga tak terlihat adanya pajangan izin usaha galian c maupun denah dari lahan serta luas yang mendapat izin untuk bisa digarapnya. Apalagi izin usaha produksi mengolah batu menjadi koral atau jenis material lainnya.
Menurut pantauan awak Media dilokasi usaha Galian C milik Pak Angga, Ujung Ladang, ditemukan satu unit alat berat sedang beroperasi, serta tumpukan puluhan derigen berisi solar yang diduga jenis solar bersubsidi.
Namun, tampa malu dirinya nekad berbohong menyebut sedang tidak ada kerja karena alat beratnya rusak seolah olah kedatangan awak Media yang ingin konfirmasi dianggapnya mau titik titik atau ada apanya dong, kali, misalnya.
Bahkan, pak Angga semakin melebar ngaurnya sampai menyampaikan bahwa usahanya sudah lama tak beroperasi tak ubahnya seperti cerita duduk di sate laweh dengan suguhannya kopi setengah air penuh.
Meski, sempat disindir oleh ketua balik subuh salah seorang wartawan ternama Kerinci dan Kota Sungai Penuh, tapi dirinya read-pak Angga tak mengerti maksud disebut kami hanya sekedar numpang singgah ngopi.
Alhasilnya, awak Media sukses menggunakan tekhnik tipuan dalam wawancara dengan cara membawa sumber bercerita dan tetap jeli melihat situasi sebenarnya terjadi, hingga berhasil menemukan beberapa kejanggalan usaha dan piciknya cara kerja pak Angga tersebut sebagaimana point dari tulisannya.@Ud,Yid,Yi dan Riles.




