Jakarta Ekspost, Nasib dewan Kerinci kian diujung tanduk, tak puas menguber uber kedok dewan terkait kasus PJU 2023 miliknya dewan Kerinci senilai 5,4 M yang telah membuat kerugian negara mencapai 2,7 M dengan dugaan adanya keterlibatan unsur pimpinan, Ketua Komisi dan anggota Banggar.

Dikabarkan lagi, sejumlah aktifis cap mau sealam Kincai, Provinsi Jambi berencana mengajukan bukti lain keterlibatan dewan disetiap proyek daerah, tak hanya bertujuan meyakinkan penyidik bahwa dewan Kerinci selalu memiliki andil dalam realisasi fisik bersumber APBD dan APBDP. Apalagi menyangkut pengerjaan Pokir yang menjadi miliknya dewan.

Tapi juga, bertekad bagaimana perjuangannya kali ini bisa membuat gedung terhormat dewan Kerinci benar benar goyah ulah tabiat gerombolan legislator nakalnya, sekaligus bukti para aktifis mendukung penuh pernyataan keras Kajari Sungai Penuh yang ingin namanya tetap bersih dalam penegakan hukum selama dipercayai memimpin Kejaksaan Negeri Sungai Penuh.

Demikian dikatakan oleh Emil Peria sepuhnya aktifis sealam Kincai yang diangguk dengan baiyo iyonya read-serius oleh Zoni Geger sang aktifis yang sudah tersohor dengan gebrakan bawah tanahnya sampai gedung Merah Putih KPK RI, dan keduanya sama berasal dari negeri jantan jawi gadaih kayo.

Lebih lanjut, dikatakannya bahwa keseriusan aktifis membersihkan kemuliaan dari gedung yang terhormat dewan Kerinci bakal berkelanjutan. “Guna menguat keyakinan penyidik Kejaksaan Negeri Sungai Penuh terkait Pokir, maka akan diaju beberapa bukti lain yang membuat dewan tak bisa mengelak dari keterlibatannya disetiap musim proyek di Kerinci,” terangnya.

Semua ini bisa terjadi, tambahnya karena lemah dan minimnya pemahaman politik partai maupun masyarakat pemilih ketika Pemilu. Hingga, setiap ketok palu dalam penerapan prisip kolektif dan kolegial selalu berujung pada kata seluku sepakat “apo bagin kito” read-kepentingannya masing dewan.

“Hampir ratanya pimpinan Partai maupun yang dipercayai duduk di dewan Kerinci memiliki latar belakang kontraktor dan pengusaha yang ada dipemikirannya bagaimana bisa mendapat profit, seperti mengguna kekuasaannya dalam merenggut setiap proyek APBD dan APBDP digelar daerah demi memperluas usahanya,” terangnya lagi.

Selaku sepuh aktifis sealam Kincai, dirinya menyuport dan mendukung penuh gerakan setiap aktifis dan upaya penyidik Kejaksaan Negeri Sungai Penuh dalam mengungkap tuntas kasus PJU yang diduga melibatkan unsur terkait Banggar dewan Kerinci.

“Katakanlah aksi serempak yang saling bahu membahu antara para aktifis ini adalah restorasi besar yang didabrak oleh semua Kincai demi pemulihan wibawa dan kemuliaan gedung yang terhormat dewan Kerinci. Tanpa kecuali siapan dewan yang ikut bermain Pokir dan proyek mesti disikat habis dengan cara dijebloskan kedalam kandang situmbin read-Rutan berkelas tiap malamnya selalu ada zikir khusus *idak agih mak” alias penuh penyesalan,” tutup Emil Peria.

Senada juga disampaikan oleh Zoni Geger, ditambahkannya beberapa rekan aktifis sedang mengumpulkan bukti keterlibatan dewan dalam pengerjaan fisik yang sudah menjadi rahasia umum di Kerinci.

“Iya, kita sangat setuju dengan apa yang pernah disampaikan oleh Wo Emil, bahwa kasus PJU adalah cara tuhan menggelar regenerasi politik secara besar besaran ditubuh partai dan lembaga dewan, karena sudah masanya kader partai yang benar benar berjuang bagi masyarakat untuk diangkat sebagai pengganti para oknum dewan yang nakal di Kerinci,” pungkasnya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.