Jakarta Ekspost, Kendati secara umum beberapa daerah termasuk dinas yang mengelola pembangunan fisik banyak yang mengeluh karena apa yang diusulkan pada tahun sebelumnya telah dipangkas bahkan dicoret karena adanya kebijakan anggaran bagi efisiensi.
Namun, alhamdulillah berkat kegigihan Wako Sungai Penuh Alfin bersama Wawako Azhar beberapa pembangunan yang menjadi kebutuhan penting mampu diperjuang dan diboyongnya untuk tetap direalisasi di Kota Sungai Penuh seperti pembangunan Pasar Beringin yang sempat berkali gagal pengajuan evaluasinya termasuk normalisasi Sungai dan lainnya.
Bukti nyata, bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Alfin dan Azhar konsisten menunjukkan komitmennya dalam upaya memikir dan memperjuangkan segala kepentingan bagi kemajuan daerah, meski harus berjuang dan bersaing ketat ditingkat pusat.
Khususnya, pncegahan banjir merupakan salah satu langkah nyata yang mampu dilakukannya dengan sukses memboyong dan menggelar anggaran bagi program normalisasi sejumlah aliran sungai di wilayah kota.
Dengan penuh antusias masyarakat tani Kota Sungai Penuh menunjukkan rasa terimakasihnya karena digelarnya normalisasi di beberapa titik, seperti Sungai Bungkal, Muara Jaya, Air Sempit, dan Batang Merao. Program ini menjadi bagian dari visi dan misi Walikota Alfin, SH, bersama Wakil Walikota Azhar Hamzah dalam mewujudkan Kota Sungai Penuh yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Kegiatan normalisasi meliputi pengerukan, pelebaran, pendalaman alur sungai, perapian, hingga penguatan tebing. Selain mencegah risiko banjir, langkah ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus memulihkan fungsi alirannya agar lebih efektif.
Walikota Sungai Penuh menegaskan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta meminta perhatian pemerintah pusat dalam upaya penanganan pencegahan banjir.
“Berbagai langkah konkret telah dilakukan. Normalisasi ini merupakan bagian dari antisipasi banjir. PUPR Kota Sungai Penuh telah kami instruksikan untuk memprioritaskan kegiatan normalisasi sungai, termasuk pembersihan sampah. Kami juga bersinergi dengan PU Provinsi Jambi dan BWSS VI,” ujar Walikota.
Dengan adanya program ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap risiko banjir dapat diminimalisir, serta aliran sungai dapat kembali berfungsi optimal demi kenyamanan masyarakat.
Kepiawaian dari Alfin Azhar bermain ditingkat pusat itu mendapat apresiasi dari katakanlah tuwo dahit namanya, ditegaskannya Kota Sungai Penuh mesti bangga memiliki Kepala Daerah yang mampu berjuang dan bersaing dalam merenggut ketersediaan anggaran sangat terbatas di tingkat pusat maupun Provinsi.
“Dimasa efisiensi sekarang ini untuk bisa memboyong anggaran telah disahkan sebelumnya dipost anggaran dari pusat bukanlah pekerjaan mudah seperti membalik telapak tangan. Tapi Alfin Azhar mampu membuktikan bahwa anggaran untuk pembangunan Pasar Beringin tak dialihkan kedaerah lain dan tetap diboyong oleh Kota Sungai Penuh, termasuk bagi normalisasi beberapa sungainya,” singkat tuwo dahit sambil memilin ujung kumisnya terkesan penuh bangga dengan kehebatan Kepala daerahnya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.


