Kota Bitung, JakartaEkspost.com –Kerjasama media di Pemkot Bitung tidak se olek dengan pemerintahan sebelumnya malah menimbulkan citra buruk, pemerintahan sekarang dugaan lebih para dari pemerintahan lalu. Terkesan pilih pilih kasih, ada apa dengan pemkot Bitung kenapa dikendalikan dengan orang yang bukan pada porsinya.

Padahal media – media lain sudah di realisasi tagihan advetorial nya sedangkan media Fokusline tak kunjung di bayarkan satupun sampai sekarang tagihan nya mandek di tangan Sekretaris kota Bitung, pada Senin 28 Juli 2025.

Plt Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Chris Kevin Emor saat di konfirmasi terkait pencairan advetorial kenapa media lain sudah di realisasikan dan media Fokusline tak ada, sampai saat ini, advetorial satupun tidak pernah ada pencairan, yakni, “Qt cek neh, Masih d jkt kw ini,” singkatnya.

Pasalnya, terungkap kerjasama media di dinas Protokol dan Komunikasi Pimpinan tidak transparan dan terkesan ditutupi dengan modus harus di seleksi dari kabag dan menjadi penentu adalah Sekkot kota Bitung Rudi Teno bukannya Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE.

Pemkot Bitung kelihatan lemah dugaan tidak punya prinsip karena takut mengambil sikap dalam hal realisasi advetorial, “Saya sangat prihatin tentang kerjasama media di dinas Protokol dan Komunikasi Pimpinan Bitung semestinya harus merata kenapa ini tidak buktinya keluhan media Fokuslinenews ini menjadi pelajaran karena jangan sampai hanya masalah kecil menjadi kecemburuan sosial dalam hal tidak ada pemerataan,”

Tapi kalau seperti ini praktek dari dinas terkait tentang kerjasama media di Pemerintah kota Bitung terkesan pilih – pilih kasih ada apa kenapa harus keputusan Sekot walau sudah lengkap berkas kenapa tidak di proses,”

Kalau seperti ini Pemerintah sebelumnya yang lebih baik dari pemerintah sekarang buktinya menurut media Fokusline kalau masuk bulan tuju seperti ini minimal tiga advetorial kerjasama sudah direalisaikan ini kok satupun tidak inikan ane sudah lebih buruk pemerintahannya saya menyayangkan kerjasama media seperti ini di pemkot Bitung,” tuturnya.

Berdasarkan narasumber yang terpercaya di dinas bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Humas Bitung menyampaikan mengenai kronologi kerjasama media menjadi kendali  sekot Rudi Teno yakni, “Kalau sekarang untuk tagihan advetorial ke sekot karena ketika memasukkan berkas harus lewat kabag setelah itu ke sekot karena sekot menjadi penentu apakah akan cair advetorial atau tidak,” terang narasumber yang masih di rahasiakan namanya.

Sambung narasumber lagi, waktu lalu enak ketika berkas sudah lengkap langsung BAP tapi sekarang walau sudah lengkap belum juga bisa, biarpun sudah di keuangan tetap lewat ACC Sekot lanjut di proses. Walau sudah dimasukan perincian tetap melewati Sekot, ini yang membuat proses advetorial media tidak jalan,” ungkapnya.

(Tim Red)