Jakarta Ekspost, Ketika menyaksi bagaimana wahnya tutur kata disertai dengan gerak tangan sampai bagana dan bagini meyakinkan siapapun kawan bicaranya, serasa tak ada perkara tak putus dan tak ada urusan negeri tak selesai oleh Rano Kuno, sory maksudnya Rano Karno selaku yang dipercayai memangku jabatan nomor Wahid di tanah bersudut empat yang incut Desa Benik, Kerinci.

Bahkan, sudah menjadi rahasia umum yang menjadi gunjingan oleh kalangan LSM dan Wartawan yang pernah bertatap muka maupun sengaja menggelar konfirmasi dengannya, manakala Rano Karno Kades Benik menyebut ketimbang harus menyalah gunakan ADD dan DD lebih baik dirinya mengeruk angko dari beco read-saku pribadinya untuk pergaulan dengan menghargai kawan.

Cara bergaulnya memang terkesan “Ini atuk okey punya barang lah” yang cukup menyita perhatian dari banyak kalangan, terutama bila dirinya sudah menginjak kaki dipasar Sungai Penuh, tak ada rekan dan kenalan tak dihubungi dan diajaknya duduk berapat read-bareng, meski terkadang ramah tamahnya sebatas diwarung kopi setengah air penuh saja.

Hingga, nama besarnya Rano Kuno Kades Benik tak hanya popular dikalangan masyarakat negeri sealam Kincai, malah tak sedikit pula pujian datang dari kaum ibuk ibuk yang menjulukinya dengan sebutan sang Kades ganteng yang baik hati lagi pemurah.

Dibalik semua hura hura dengan serba kemewahannya seperti big bos tersebut, ternyata menyimpan segudang misteri yang cukup rapi dirahasiakannya selama ini, tak ubahnya seperti menyimpan barang busuk didalam daun keladi, karena akhirnya terkuak juga.

Selain dihebohkan oleh mencuap kabar dugaan penggunaan anggaran sebesar 700 juta untuk pembangunan jalan Desa Benik yang sarat masalah, hingga warganya terpaksa menggelar “pupu becanting” alias gotong royong untuk membangun jalan desanya sebagaimana dilansir oleh beberapa Media.

Ternyatanya lagi, juga ditemukan adanya indikasi dugaan kejanggalan terkait penggunaan anggaran dan kegiatan PAUD serta Posyandu Desa Benik, Kerinci. Termasuk dugaan tak sinkronnya dengan pihak BPD, hingga program desa tak berlangsung sebagai mana mesti yang diharapkan.

Dikatakan oleh sumber, sepintasnya kepemimpinan Rano Karno cukup kuat dan sukses dimata banyak orang. Buktinya, jarang ada terdengar selingat selingut read-rumor terkait kejanggalan terjadi di Desa Benik selama ini.

“Secara pribadinya, memang Rano Karno terlihat hebat dan baik. Tapi, secara Pemerintahannya selaku Kepala Desa cukup membuat resah masyarakat, karena pembangunan dan kemajuan kehidupan sosial bermasyarakatnya seperti Posyandu, PAUD termasuk kegiatan keagamaan cukup tertinggal dari Desa lainnya,” terang sumber.

Lanjutnya lagi, beberapa kejanggalan terjadi di Desa Benik bisa bisa dilihat secara rinci di data penggunaan dan realisasi ADD maupun DD nya yang dibandingkan dengan kenyataan kemajuan sesungguhnya terjadi. Ia menambahkan, meski Inspektorat bersikeras hati telah menggelar audit sedemikian ketat.

Tapi, bukan berarti valid bila tak diikuti dengan kesanggupan memahami bahwa namanya Kepala Desa tak hanya disebut jenis manusia cap mau saja, tapi juga sosok yang paling piawai mencari dan mendapat celah kelemahan dari suatu sistim seperti bagaimana sistim kerjanya Inspektorat dengan segala keterbatasan. “Buktinya, tak sedikit Kepala Desa se Indonesia yang dikerangkeng oleh pihak Kepolisian dan Kejaksaan karena dugaan penyalah gunaan anggaran, meski dirinya telah lulus dari audit Inspektorat. Hendaknya, menjadi kehatian pihak Inspektorat terutama menyangkut kejanggalan di Desa Benik,”pungkasnya. Bersambung.@Yd, Yid,Yi dan Riles.