Jakarta Ekspost, Mengutip sebait lirik lagu kenangan ciptaan Tomi J Pisa menyebut “Ini salah siapa dan ini dosa siapa”, hingga Sabtu 2/8 dengan bersilantas angan tampa ampunnya angin Puting Beliung gasak Desa Kersik, Desa Batang Sangir dan Desa Sangir, Kayu Aro Kabupaten Kerinci.

Sontak, membuat masyarakat sealam Kincai yang berada didaerah dan diperantauan jadi perihatin dengan saling ingin mendapat informasi terkait bagaimana dahsatnya amukan angin Puting Beliung sampai merusak perumahan penduduk sebagaimana yang ditayang oleh beberapa akun dimedsos.

Mengerikan lagi, ditayangan langsungnya terlihat atap rumah penduduk disekitar kawasan balai Kersik Tuo bertebaran diudara, sementara warga yang menyaksi tak bisa berbuat apa apa, sementara yang terdengar hanyalah takbir dan kecemasan yang pasrah sembari menyebut nama tuhan.

Pasalnya, baru kali ini musibah langka terpaan angin Puting Beliung yang bermula dari laut sampai menjadi bencana bagi Kerinci yang sempat didokumentasi melalui Video dan ditayang langsung dimedsos.

Menurut data yang berhasil dihimpun dari Polsek Kayu Aro, bahwa angin kencang yang datang dari arah Gunung Kerinci mulai terjadi sekitar pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Angin menerjang wilayah pemukiman padat penduduk dikawasan Desa Kersik Tuo dan Desa Batang Sangir, dan Desa Sangir, dan secara dahsatnya terjadi ketika melintasi area Masjid Syuhada dan Pasar Kersik Tuo. Hingga, terjangan angin menyebabkan kerusakan berat pada atap rumah warga dan bangunan pasar Kersik Tuo.

Dengan rincian sementara kerusakan terjadi di Desa Kersik Tuo, 12 unit rumah mengalami kerusakan dan 3 unit los pasar mengalami kerusakan parah dibagian atap seng, di Desa Batang Sangir: 94 unit rumah rusak, sebagian besar di antaranya rusak pada bagian atap dan dinding.

Untuk sementaranya, diketahui ada 5 orang warga yang mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan medis, dan sampai ini belum ditemukan adanya korban jiwa.

Dibenarkan oleh Kapolsek Kayu Aro AKP Rama Indra, bahwa bencana alam angin puting beliung disertai hujan deras melanda wilayah Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, pada Sabtu, 2 Agustus 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. “Pasca kejadiab, kami beserta aparat gabungan langsung menggelar gotong royong bersama warga melakukan pembersihan material terutama yang menutup akses umum supaya bisa secepatnya di lalui serta bisa di pergunakan,” kata AKP Rama Indra.

Ditambahkannya, petugas juga mengatur lalu lintas agar kendaraan bisa kembali melintas. “Seluruh personil kita bersama aparat TNI dan Pemkab Kerinci sampai saat ini masih berada dilokasi guna membantu terkena musibah sekaligus menenangkannya karena trauma oleh terpaan Puting Beliung,” tutup Kapolsek Kayu Aro AKP Rama Indra.

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi beserta rombongan juga terlihat berada dilokasi dan mendatangi warga sekaligus menenangkannya agar tetap bersabar dengan adanya musibah Puting Beliung tak diinginkan ini.@Yd,Yid,Yi dan Riles.