Jakarta Ekspost, Tak cukup dan tak puas dengan hanya yahudnya kenikmatan munuman beralkohol yang disuguhkan di kafe tempat karaoke remang berujung perkelahian daagqqn penusukan yang merenggut korban nyawa disalah satu tempat kos para LC aduhainya di desa Pelayang Raya, sekitar subuh, Jumat pagi 15/8.

Menurut informaasi dari beberapa sumber yang layak dipercayai di Desa Pelayang Raya, bahwa sekitar pukul 4 atau 5 pagi terdengar suara riuh di kost bedeng 3 yang bersebelahan dengan panti asuhan di Sungai Akar Desa Pelayang Raya.

“Ntah apa yang diributkan dikost tersebut warga tidak tau. Namun, setelah beberapa waktu kemudian terlihat salah seorang wanita yang keluar dari menangis menyebut bahwa dirinya akan ketempat kawannya yang dibawa kerumah sakit DKT karena perkelahian terjadi tadi subuh ditempat,” terang sumber.

Beberapa waktu kemudian, lanjutnya terdengar kabar yang ingin jenguknya tersebut telah meninggal karena mengalami dua kali penusukan dibagian perutnya. “Apa penyebab perkelahian kita tidak mengetahuinya,” singkat sumber.

Dari sumber lainnya didapatkan keterangan bahwa diduga perkelahian bermula dari setelah korban dan tersangka menikmati alkohol di salah satu tempat karaoke yang berada dijalan umum arah tanah kampung. Apalagi, kejadiannya dikost LC diketika subuh adalah waktu pulangnya rombongan balik subuh dari tempat karaoke.

“Mungkin karena tak puas hanya kenikmatan ditempat karaoke, hingga tersangka bernama Raka dan korban bernama Ramon sama sama nekad mengikuti LC ketempat kosnya Sungai Akar, Desa Pelayang Raya, hingga terjadi perkelahian,” terang sumber.

Sumber menambahkan, menurut informasi pelaku penusukan bernama Raka adalah berasal dari Palembang yang bekerja di Koperasi Duma Dusun Baru, dan korban yang meninggal dunia bernama Ramon warga Desa Talang Lindung adalah anak dari mantan Ketua lapangan Ojek SPN.

“Kejadian perkelahian dan kematian terjadi ini, pantas disebut jadi pelajaran sekaligus peringatan keras terhadap pengelola kafe tempat karaoke dan parta LC aduhai, bahwa dampak dari permaian haram dan ilegalnya telah berujung pada kematian dengan persoalan hukum mesti dihadapi,” tutup sumber.

Sementara itu, Kapolres Kerinci AKBP Arya Tesa Brahmana melalui Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, membenarkan kejadian tersebut. “Kami sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Tim sudah menyebar di beberapa titik untuk melakukan penangkapan,” ujarnya.

Dugaan sementara, aksi penusukan ini dilatarbelakangi motif cemburu lalu cekcok. Namun, pihak kepolisian belum merinci motif. Kasus ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kronologi dan motif sebenarnya.

Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera melaporkan ke pihak berwajib.@Yd,Yid,Yi dan Riles.