Jakarta Ekspost, Pakumnya kegiatan Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh semenjak Kadisnya dijabat oleh Adil kian harinya tak henti disorot oleh masyarakat yang berharap segera adanya perubahan dan kemajuan besar Kota Sungai penuh.
Terutamanya dimasa Pemerintahan Alfin selaku Wako yang masih terkesan berbaik hati terhadap pejabat dan dinas tampa ada inovasi dan kreaitifitas kerja yang produktif, seperti Feri Kadis Peternakan dan Perikanan sosok yang dikenal selalu mencari tempat duduk dibangku deret paling depan disetiap ada acara dan pertemuan resmi dengan Wako Alfin diaula Kantor Wako.
Demikian dikatakan Yandri salah seorang pemerhati usaha masyarakat Kota Sungai Penuh. “Buktinya, sampai saat ini para peternak dan pengusaha kolam ikan di Kota Sungai Penuh masih menggelar aktifitas usahannya secara otodidak tampa ada binaan, apalagi perhatian dari Dinas Peternakan,’ kata Yandri.
Lanjutnya lagi, mereka hanya tau di Kota Sungai Penuh ini ada dokter hewan diketika ingin mengawin sapi dengan cara suntikan dan disaat ternaknya ditimpa oleh maraknya wabah penyakit. Demikianpun harus dibayar karena dokter hewan yang dipanggil atas nama pribadi, meski yang bersangkutan resmi bekerja di Dinas Peternakan dan Perikanan.
“Salah satu tugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan adalah guna mengatasi dan mengobati penyakit hewan atau binatang ternak masyarakat secara gratis yang terprogram oleh pihak dinas,” terangnya.
Mestinya, terangnya lagi jauh harinya para peternak mendapat binaan termasuk pemberian paksin terhadap ternaknya agar terhindar dari penyakit.
“Kenyataannya, petugas hadir ditengah masyarakat ketika meracuni anjing yang dianggap liar karena alasan terkesan mengada yakni meresahkan warga,” imbuhnya.
Yandri juga menilai secara politisnya Kadis Peternakan dan Perikanan sangatlah minim soal pengetahuan kerja.
“Ketika menghadapi Pilwako lalu tampa malu malu terhadap tugas Dinas Perdagangan dan Pasar dengan lenggok itik selatinya Kadis Peternakan dan Perikanan tampil disebut memberi bantuan asbes atau kotak tempat ikan bagi saudagar ikan laut dipasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh,” terangnya.
Untuk itu, diharapkannya kepada Wako dan Wawako Sungai Penuh agar segera menonjobkan yang bersangkutan.
“Ya, Kadis Peternakan dan Perikanan adalah satu Kadis tak produktif secara tekhnis dan politisnya yang harus segera di non jobkan oleh Wako dan Wawako demi suksesnya Kota Sungai Penuh Juara,” pungkasnya.@Yd,Yi,Yi dan Riles.



