Bitung — Beredar di media online kalau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU Girian Permai diduga jadi markas mafia solar hal tersebut dibantah salah satu narasumber yang terpercaya namanya masih di rahasiakan, pada Rabu 23 Juli 2025.
Pasalnya, solar yg masuk dipemberitaan dengan jumlah 32000 ton hal ini tidak sesuai karena setelah penelusuran awak media, tangki pendam yang ada di SPBU tidak dapat menampung jumlah BBM sebanyak 32000 ton yang di unggah beberapa media.
Bukan hanya itu, Tudingan terhadap manager SPBU yang di sebut otak dari distribusi barcode dan jatah tidak benar adanya,”
Sambungnya lagi mengenai manager tidak ada kewenangan dalam hal distribusi barcode yakni, karena manager tidak punya kewenangan dan akses untuk distribusi barcode karena pendaftaran barcode langsung ke pusat melalui sistem, dan untuk jatah kuota diberikan langsung dari pusat,” tuturnya.
Apa lagi, Gudang yang di sebut sebagai tempat menampung BBM yang di belakang gereja Batak sudah lama tl di jadikan bengkel perbaikan truck bisa di cek juga,”
Terpisah, untuk itu menepis tudingan ke Nando Alias NL ini tidak mendasar, mengenai nama Nando Beck Up di SPBU Giper hal itu dibantah sama sekali oleh nya kalau tidak benar adanya, tudingan terhadap NL alias Nando yg back up di SPBU itu tidak benar, karna saya sendiri tidak pernah kerja di SPBU itu tersebut, bisa di cek,” tutur Nando.
Tidak ada bukti adanya mobil tab yang mengisi BBM di SPBU giper, hal ini di buktikan kehadiran unit tipiter ke SPBU kemarin sore,”
Tidak ada bukti gudang di belakang gereja HKBP ada aktivitas penampungan.
Harga yang di sebutkan dalam berita semuanya itu keliru adanya,”
Jadi semua pemberitaan tidak ada konfirmasi sama sekali terhadap saya dan pihak SPBU maupun pihak gudang, semestinya kalau media harus ada konfirmasi ke pihak SPBU dan Manager nya,” tutupnya.
(Tim)



