Jakarta Ekspost, Merdeka, semua berebut menyatakan diri merdeka. Ingin bebas dari penjajahan dan bebas mengeluarkan pendapat, bahkan ada yang ingin bebas berbuat sekehendak hatinya. Adakah kita tahu apa itu hakikinya dari Merdeka?.

Kata Napoleon Bonafarte sang petualang ulung, bahwa sesungguhnya saya takut dengan kebebasan. -Alkisah perahunya sampai berlama terombang ambing di Samudera karena kehilangan kompas sebagai penunjuk arah.

Hingga, ketika diproklamirkan kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 atas nama bangsa Indonesia Sukarno Hatta langsung disibukkan mendirikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan dan kompasnya hidup bernegara disebut Indonesia.

Dengan kata lain jangan menyebut diri dulu sebagai orang Indonesia Merdeka sebelum paham dan sadar terhadap Pancasila dan UUD 1945 secara utuh agar setiap perjuangan dan perjalanan hidup bernegara tak terombang ambing tampa tujuan seperti “karatak tumbuh dibatu”, hidup segan mati tak mau.

Tak hanya demikian saja, untuk bisa mulus mencapai tujuan dari sebuah perjalanan panjang bernegara mestinya juga paham dan sadar terhadap setiap rambu rambu yang dilewati notabenenya norma dan etikanya hidup bernegara bermasyarakat dan lain sebagainya.

Pasalnya, hidup bernegara bukanlah seperti perjuangan hidupnya setiap komunitas dirimba atau hutan belantara siapa yang kuat itulah yang menang, dan bukan pula seperti monster yang bisa berbuat sekehendak hati dan perutnya saja.

Pada alinea ke empat pembukaan UUD 1945 jelas dinyatakan bahwa tujuan negara Indonesia, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Meski apapun bentuk pencapaian bisa dicapai sifatnya adalahss relatif, tapi tingkat kesejahteraan dan kemakmuran rakyat menjadi roh sesungguhnya pembangunan nasional yang terkang didalam Pembukaan UUD 1945 menjadi kriteria atau tolak ukur pencapaian dari sebuah kemajuan bernegara.

Sudah hampir 1 abad usianya Indonesia Merdeka, wajar kiranya bila muncul tanya besar apakah tujuan bernegara itu telah dicapai, ataukah masih terombang ambing karena disibukkan oleh urusan ada apanya dong sampai dang ding dong maupun aduhai, misalnya.

Makanya, dikenal ada satu selogan menyebut bahwa mempertahankan sesuatu yang telah direnggut lebih susah dari pada ketika memperjuang dan merenggutnya, demikian juga tak lepas dari yang disebut dalam meraih sebuah kemerdekaan.

Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI Ke 80, dan dimana mana pusat kota sampai penjuru larik dan dusun setiap negeri terlihat gebyarnya Merah Putih, tentu sama diharap dengan doa dan bukti nyata yang bisa sama kita buat dalam menuju Indonesia Emas 2045, salam Indonesia menuju negara besar dan maju dunia serta Selamat HUT Kemerdekaan RI Ke 80, dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Amin semoga, penulisnya katakan sajalah orang jauh tapi dekat dihati namanya.@Yd,Yid,Yi dan Riles.